#PemkabBengkayang #SebastianusDarwis #Kriminal
Sanggau Ketapang Sekadau Melawi #Bengkayang

Harga TBS Anjlok, Pemerintah Abaikan Pertumbuhan Ekonomi Rakyat


Albertus Aji (APKASINDO) dan Ketua Komunitas Jaga Bengkayang "KJB" Kabupaten Bengkayang, Tomo, S.Pd (Rinto Andreas/Borneotribun)

Borneotribun Bengkayang, Kalbar - Anjloknya harga Tandan Buah Segar (TBS) berimbas pada penghasilan petani yang dikhawatirkan berdampak pada perekonomian rakyat khususnya di kabupaten Bengkayang.

Akibat anjloknya harga TBS tersebut mengundang berbagai asumsi dari kalangan masyarakat yang menyebutkan pemerintah tidak berpihak kepada pertumbuhan ekonomi petani.

"Karena kita lihat di berbagai daerah harga jual kelapa sawit drastis menurun, tentu hal ini di sayangkan oleh masyarakat banyak, bahwa pemerintah pusat dan pemerintah daerah gagal untuk mensejahterakan petani sawit dan petani lainnya,"Ucap Albertus Aji, Anggota APKASINDO di Kecamatan Lembah Bawang, Bengkayang, Sabtu (25/06/2022) kepada awak media.

"Pasti masyarakat banyak sangat menyesali dengan hasil jual petani selalu mengalami penurunan, apakah karena selama ini pemerintah selalu memberikan bantuan-bantuan itu yang menjadi permasalahan atau yang lainnya," Lanjut Albertus Aji.

Begitu juga di sampaikan oleh Ketua Komunitas Jaga Bengkayang "KJB" Kabupaten Bengkayang, Tomo, S.Pd mengatakan Pejabat Publik yang diberi amanat dari masyarakat atau Pemerintah seharusnya memikirkan nasib petani banyak, bukan ada maunya baru mau berkoar-koar.

Harga jual usaha petani menjadi polemik besar yang selama ini tanpa ada solusi dan strategi untuk kesejahteraan petani. Contohnya kita lihat saja harga jual karet ( getah-red ), sudah sekian lamanya tidak kunjung naik berartikan ada pembiaran dari pemerintah pusat di kementerian.

"Sebagai pejabat publik yang di beri amanat oleh rakyat dan pemerintah pusat keseriusan dan bukti kongkrit yang harus di kejar, kasian pak sama petani. Ada pabrik-pabrik yang bandel dan nakal tidak mau mengikuti ketentuan atau aturan pemerintah cabut aja. Jangan hanya karena menjelang pesta demokrasi, petani dijadikan korban," Tandas Tomo.

Penulis : Rinto Andreas
Editor    : R. Hermanto 

Tinggalkan Komentar

Back Next
close