TAGLINE: #PemkabBengkayang #SebastianusDarwis #Kriminal
Pontianak Sanggau Ketapang Sekadau Melawi #Bengkayang Landak Sintang Kapuas Hulu Singkawang Kubu Raya Kayong Utara Sambas

Para Nelayan Enggan Melaut Akibat Cuaca Buruk, Warga: "Saya 2 Minggu Tidak Melaut, Berharap Ada Bantuan Pemerintah"

Para Nelayan Enggan Melaut Akibat Cuaca Buruk, Warga: "Saya 2 Minggu Tidak Melaut, Berharap Ada Bantuan Pemerintah"
Foto Para nelayan di pesisir pantai di Kabupaten Bengkayang Kalimantan Barat. 

BorneoTribun Bengkayang – Kondisi cuaca yang tidak menentu selama beberapa pekan ini menyebabkan banyak nelayan di pesisir pantai Bengkayang Kalbar enggan melaut.

Sebagian besar mereka memutuskan untuk tidak melaut karena ombak pasang yang cukup tinggi dan angin kencang. 

Jika dipaksakan, para nelayan takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Salah seorang nelayan pesisir Bengkayang, Darul Fadli, mengaku sudah dua minggu terakhir tidak melaut karena cuaca buruk. 

Fadli bersama rekan-rekan nelayan lainnya menambatkan kapal tangkap mereka ke tempat lebih tinggi, untuk mengantisipasi kerusakan akibat gelombang pasang.

Fadli mengungkapkan, hampir sebagian besar nelayan di tempatnya memutuskan untuk tidak melaut. 

Namun ada beberapa nelayan yang nekat melaut untuk memenuhi kebutuhan hidup.

“Kalau saya terpaksa tidak berangkat melaut, karena cuaca berubah-ubah. Ini demi keselamatan dan khawatir perahu kami rusak,” pungkas Fadli, Senin (10/1/2022) .

Untuk mengisi waktu, kata Fadli, nelayan memilih merawat kapal tangkap dan peralatan melaut. 

Fadli memprediksi cuaca tak menentu akan terjadi sepanjang pertengahan bulan Desember tahun lalu sampai akhir bulan ini, dan akan kembali normal pada pertengahan bulan Februari 2022 mendatang.

“Saya berharap pemerintah kabupaten Bengkayang dapat membuat program-program agar pada masa sekarang kami bisa menghidupi keluarga kami, dan juga mengharapkan bantuan-bantuan pemerintah harus diserahkan kepada orang yang tepat,” ungkap Fadli.

(Reza/Pordes)
Reporter: Rinto Andreas

Tinggalkan Komentar

Back Next
close